(sungaiputih.desa.id)-, Pertemuan pihak PT. World Resources Institute (WRI) dengan pengurus Kelompok Tani Teratai Sawit Lestari (Poktan TSL) bahas upaya ciptakan usaha setelah masa replanting bagi petani kelapa sawit, bertempat di Kantor Desa Sungai Putih, Senin (20/04/2026) pagi.

Hadir pada pertemuan tersebut dari pihak WRI Rudi Hidayat selaku Konservasi Hutan Primer dan Kawasan bernilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Values (HCV), Tasnia selaku Business Development (Busdev), Winda Auliza selaku Fasilitator Kelompok Tani. Sementara di pihak TSL hadir juga Bambang Rubianto selaku Ketua TSL, Warsita Sekretaris TSL, Nur Sahrum selaku Bendahara TSL.

Poktan TSL menyambut baik dan siap bekerjasama terhadap program yang ditawarkan oleh WRI, hal ini disampaikan langsung oleh Ketua TSL Bambang Rubianto.
"Kami selaku pengurus Poktan TSL menyambut baik program yang ditawarkan oleh WRI, kedepannya agar program ini dapat terealisasi, mengingat program ini sangat membantu petani kami, menjadi income (pemasukan uang/red) bagi petani saat hadapi masa replanting kelapa sawit", ujar Bambang.

Menurut Bambang, program ini sangat membantu petani, para pengurus TSL perlu langkah kongkrit guna meyakinkan petani untuk mengikut program yang disampaikan WRI, khususnya petani di lingkungan Desa Sungai Putih.
"Kami juga kerja ekstra untuk meyakinkan petani agar turut serta ikuti program ini, dilapangan memang petani kita butuh bukti nyata agar mereka dengan sukarela turut bergabung bersama TSL", pungkas Bambang.

WRI Indonesia (Yayasan Institut Sumber Daya Dunia) adalah lembaga kajian independen (nirlaba) yang berfokus pada penelitian dan kebijakan untuk mendorong pembangunan sosio-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berdiri resmi sebagai yayasan di Indonesia pada 2014, WRI Indonesia berfokus pada empat bidang utama: hutan, iklim, kota dan transportasi, serta tata kelola.
WRI salahsatu perusahaan mitra CSR PT. Unilever. Corporate Social Responsibility (CSR) yang artinya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen berkelanjutan perusahaan untuk bertindak etis dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup karyawan, komunitas lokal, serta lingkungan yang berada dekat dengan perusahaan. CSR bukan sekadar donasi, melainkan strategi bisnis untuk menyeimbangkan profit dengan dampak sosial dan lingkungan (tanggung jawab sosial dan lingkungan).
Disela-sela perbincangan hangat tersebut, Bang Rudi sapaan akrab Rudi Hidayat yang notabene anggota Mapala asal Jambi, melirik gelang yang dikenakan Pak Bambang, gelang khas Mahasiswa Mapala sambil membathin dalam hati : "Mahasiswa Mapala". Setelah pertemuan selesai dan bubar, mereka berdua larut dan lanjut bahas serta kenang kembali masa-masa indah saat ikuti Mapala di kampus dulu, sembari menunggu hujan reda di teras kantor desa ditemani kepulan asap rokok mild milik Bang Rudi.