(sungaiputih.desa.id)-, Pemerintah Desa Sungai Putih sambut kunjungan Kepala Bidang Perlindungan Anak (Kabid PA) pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar Satiti Rahayu, bertempat di Kantor Desa Sungai Putih, pertemuan tersebut bahas pembentukan tim pengurus sekolah lansia dan kader Bina Keluarga Lansia (BKL), Selasa (23/6/2026) sore.
Hadir pada pertemuan tersebut Kabid PA Satiti Rahayu S.Keb., M.KM, Ketua TP-PKK SP Rekha Muchlis S.Pd didampingi Ema Efrianty Hn S.Pd Sekretaris TP-PKK SP, Kades SP H Bambang Rubianto, Sekdes SP Rafida Ulfa S.IP, Bendes SP Dewi Ruhil SE.

Kabid Satiti dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sekolah lansia, sering juga disebut Selantang atau Sekolah Lansia Tangguh adalah program pendidikan non-formal yang diinisiasi oleh BKKBN untuk mewujudkan lansia yang SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Ia mengatakan bahwa peserta Sekolah Lansia adalah pralansia yang berumur 45-59 tahun dan lansia yang berumur 60 tahun lebih.

Kabid Satiti juga menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia membekali pesertanya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan diantaranya : edukasi kesehatan fisik dan mental, pencegahan penyakit degeneratif (hipertensi, diabetes, osteoporosis), serta pengelolaan emosi seperti stres dan kesepian. Pada bidang keterampilan meliputi pelatihan kerajinan tangan, kewirausahaan, hingga pertanian/ berkebun untuk menjaga lansia tetap produktif secara ekonomi dan sosial. Sedangkan pada kegiatan rekreatif meliputi senam lansia, rekreasi, dan penguatan nilai spiritual/ agama.

Pemdes SP melalui Kepala Desa dan Ketua TP-PKK serta Kader Posyandu berembuk dan mufakat bersama, hasilnya adalah nama sekolah lansia bernama Sekolah Lansia Teratai (SLT), dan mengantongi beberapa nama yang dianggap layak dan mampu menduduki jabatan struktural SLT dan BKL. Untuk mengisi jabatan yang masih kosong, Tim akan menawarkan jabatan tersebut pada forum posyandu desa, beberapa hari kedepan.
Selantang adalah program strategis berupa Pendidikan non formal bagi kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan sasaran peserta adalah lansia, pra lansia dan keluarga yang memiliki lansia, dengan proses belajar mengajar secara tatap muka. Ada 12 kali pertemuan dengan pokok materi yang sudah di tetapkan oleh BKKBN. Salah satunya adalah Implementasi 7 Dimensi Lansia Tangguh (Dimensi Spiritual, Dimensi Intelektual, Dimensi Fisik, Dimensi Emosional, Dimensi Sosial Kemasyarakatan, Dimensi Profesional dan Vokasional, dan Dimensi Lingkungan).